Kalimat Mengandung Gejala Pleonasme

Desember 11, 2009 at 3:09 am Tinggalkan komentar

Kalimat pleonasme adalah kalimat yang tidak ekonomis atau mubazir karena ada terdapat kata-kata yang sebetulnya tidak perlu digunakan. Menurut Badudu (1983:29) timbulnya gejala pleonasme disebabkan oleh (a) dua kata atau lebih yang sama maknanya dipakai sekaligus dalam suatu ungkapan. (b) Dalam suatu ungkapan yang terdiri atas dua patah kata, kata kedua sebenarnya tidak diperlukan lagi sebab maknanya sudah terkandung dalam kata yang pertama, dan (c) Bentuk kata yang dipakai mengandung makna yang sama dengan kata-kata lain yang dipakai bersama-sama dalam ungkapan itu. Contoh-contoh pemakaian bentuk mubazir dapat dilihat dalam kalimat berikut ini.

  1. Banyak pemikiran-pemikiran yang dilontarkan dalam pertemuan tersebut.
  2. Pembangunan daripada waduk itu menjadi sia-sia pada musim kemarau panjang ini.
  3. Air sumur yang digunakan penduduk tidak sehat untuk digunakan.
  4. Jika dapat ditemukan beberapa data lagi. Maka gejala penyimpangan perilaku itu dapat disimpulkan.

Seharusnya, kata pemikiran dalam kalimat (1) tidak perlu di ulang karena bentuk jamak sudah dinyatakan dengan menggunakan kata banyak. Dengan kata lain, kata banyak dapat juga dihilangkan.
Kalimat (2) kata daripada tidak perlu digunakan karena antara unsur-unsur frase pemilikan tidak diperlukan preprosisi.
Kalimat (3) terdapat pengulangan keterangan ‘yang digunakan’ pengulangan ini tidak perlu.
Kalimat (4) terdapat dua buah konjungsi yaitu jika dan maka.Dengan adanya dua konjungsi ini, tidak diketahui unsur mana sebagai induk kalimat dan unsur mana sebagai anak kalimat. Dengan demikian, kedua unsur itu merupakan anak kalimat. Jadi, kalimat (4) tidak mempunyai induk kalimat. Kalau begitu, satu konjungsi harus dihilangkan supaya satu dari dua unsur itu menjadi induk kalimat. Jadi, kalimat-kalimat, kalimat-kalimat(1-4) dapat diubah menjadi kalimat efektif sebagaimana terlihat pada data berikut.

  1. Banyak pemikiran yang dilontarkan dalam pertemuan tersebut.
  2. Pembangunan waduk itu menjadi sia-sia pada musim kemarau panjang ini.
  3. Air sumur yang digunakan penduduk tidak sehat.
  4. Jika dapat ditemukan beberapa data lagi. gejala penyimpangan perilaku itu dapat disimpulkan.

Berikut akan dicontohkan kalimat pleonasme yang terdiri dari atas dua kata atau lebih yang mempunyai makna hampir sama.
Kita harus bekerja keras agar supaya tugas ini dapat berhasil.
Kalimat (5) akan efektif jika diubah menjadi:
(5a) Kita harus bekerja keras supaya tugas ini dapat berhasil.
(5b) Kita harus bekerja keras agar tugas ini dapat berhasil.

Entry filed under: BAHASA, Sintaksis. Tags: .

Kalimat Bermakna Tidak Logis Kalimat dengan Struktur Rancu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2009
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: