Kalimat dengan Struktur Rancu

Desember 11, 2009 at 3:23 am Tinggalkan komentar

Kalimat rancu adalah kalimat yang kacau susunannya. Menurut Badudu (1983:21) timbulnya kalimat rancu disebabkan oleh (1) pemakain bahasa tidak menguasai benar struktur  bahasa Indonesia yang baku, yang baik dan benar, (2) pemakai bahasa tidak memiliki cita rasa bahasa yang baik sehingga tidak merasakan kesalahan bahasa yang dibuatnya, (3) dapat juga kesalahan itu terjadi tidak dengan sengaja. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh-contoh berikut.

  1. Mahasiswa dilarang tidak boleh memakai sandal pada waktu mengikuti perkuliahan.
  2. Dia selalu mengenyampingkan masalah itu.

Kalimat (1) terjadi kerancuan karena pemakaian kata dilarang dan tidak boleh disatukan pemakaiannya. Kedua kata tersebut sama maknanya. Jadi, kalimat (1) dapat diperbaiki menjadi kalimat (1a), (1b). Pada kalimat (2) kerancuan terjadi pada pembentukan kata dan kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi kalimat (2a).
(1a) Mahasiswa dilarang memakai sandal pada waktu mengikuti perkuliahan.
(1b) Mahasiswa tidak boleh  memakai sandal pada waktu mengikuti perkuliahan.
(2a) Dia selalu mengesampingkan masalah itu.
Di samping itu, juga terdapat bentuk kalimat yang tidak tersusun secara sejajar. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut. (3) Program kerja ini sudah lama diusulkan, tetapi pimpinan belum menyetujui.
Ketidak sejajaran bentuk pada kalimat di atas disebabkan oleh penggunaan bentuk kata kerja pasif diusulkan yang dikontraskan dengan bentuk aktif menyetujui. Agar menjadi sejajar, bentuk pertama menggunakan bentuk pasif, hendaknya bagian kedua pun menggunakan bentuk pasif. Sebaliknya, jika yang pertama aktif, bagian kedua pun aktif. Dengan demikian, kalimat tersebut akan memiliki kesejajaran jika bentuk kata kerja diseragamkan menjadi seperti di bawah ini.
(3a) Program kerja ini sudah lama diusulkan, tetapi belum disetujui pimpinan.
(3b) Kami sudah lama mengusulkan program ini, tetapi pimpinan belum menyetujuinya.
Berikut ini, contoh lain dari kalimat dengan struktur rancu yang sering kita jumpai dalam tulisan di koran-koran atau media massa lainnya dan berikut perbaikannya.

  • Meskipun presiden punya agenda besar soal demiliterisasi politik dan penegakan hak asasi tetapi itu tidak dengan mudah menuntaskan persoalan kekerasan atau militerisme di Indonesia.

Penggunaan pasangan meskipun…tetapi pada kalimat tersebut akan menimbulkan kerancuan pikiran. Kata meskipun menyatakan ‘alasan ‘, sedangkan kata tetapi menyatakan ‘perlawanan’. Penggabungan dua kata penghubung itu dalam satu kalimat tentulah menimbulkan hubungan pikiran yang tidak logis. Perbaikan kalimat  tersebut adalah sebagai berikut.

  • Presiden punya agenda besar soal demiliterisasi politik dan penegakan hak asasi tetapi itu tidak dengan mudah menuntaskan persoalan kekerasan atau militerisme di Indonesia.
  • Meskipun presiden punya agenda besar soal demiliterisasi politik dan penegakan hak asasi, itu tidak dengan mudah menuntaskan persoalan kekerasan atau militerisme di Indonesia.

Entry filed under: BAHASA, Sintaksis. Tags: .

Kalimat Mengandung Gejala Pleonasme

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2009
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: