PENGERTIAN NOVEL

Desember 6, 2009 at 10:55 am Tinggalkan komentar

Novel berasal dari bahasa Italia Novella yang berarti sebuah barang baru yang kecil. Kemudian kata itu diartikan sebagai sebuah karya sastra dalam bentuk prosa. Novel bukan hanya karya sastra, tetapi novel juga merupakan karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematik kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh (Kosasih, 2003:250). Dari pernyataan itu bisa terlihat bahwa novel menceritakan secara utuh kehidupan seorang tokoh, yaitu suatu kehidupan luar biasa dalam seluruh hidupnya yang menimbulkan konflik kemudian menjurus pada perubahan nasib sang tokoh.

Sejalan dengan pengertian dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu dan Zain, 1994:949) novel dapat diartikan sebagai karangan dalam bentuk prosa tentang peristiwa yang menyangkut kehidupan manusia seperti yang dialami seseorang dalam kehidupan sehari-hari tentang suka duka, kasih dan benci, tentang watak dan jiwanya, dan sebagainya. Jadi, pengarang menceritakan  segala peristiwa  yang dialami oleh seorang tokoh dalam cerita. Baik secara fisik maupun batin. Selain itu digambarkan bagaimana tokoh menghadapi peristiwa tersebut. Sehingga tokoh memiliki karakteristik unik yang seakan hidup dalam pikiran pembaca.

Selanjutnya Sudjiman (1991:53) berpendapat bahwa novel adalah cerita rekaan yang panjang menyuguhkan tokoh-tokoh yang menampilkan serangkaian peristiwa dan latar secara tersususun. Sebuah novel harus mempunyai alur dan latar yang sistematis sehingga membentuk cerita yang saling berkaitan. Lain hal Virgian Wolf dalam Tarigan (1984:30) menyatakan sebuah roman atau novel yang terutama sekali merupakan sebuah eksplorasi atau suatu kronik penghidupan; merenungkan dan melukiskan  dalam bentuk tertentu, pengaruh, ikatan, hasil, kehancuran atau tercapainnya gerak-gerik manusia.

Sedangkan menurut Rene Wellek dan Austin Waren (1995:35), novel lebih mengacu kepada realitas yang tinggi dan psikologi yang lebih mendalam, tetapi pada dasarnya kelahiran sebuah novel merupakan gambaran terhadap suatu keadaan manusia dan lingkungan masyarakat yang ada disekeliling kita. Dari pernyataan itu dapat diinterpretasikan sebuah novel dapat dijadikan cermin untuk melihat keadaan manusia dan lingkungan masyarakat ketika karya sastra itu dibuat.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa novel adalah karangan dalam bentuk prosa yang mengisahkan sisi utuh atas problematik kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh, yang mengalami suka duka, kasih dan benci, tentang watak dan jiwanya, dan sebagainya.

Entry filed under: Novel, SASTRA. Tags: , , .

PENGERTIAN APRESIASI SASTRA CIRI-CIRI NOVEL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2009
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: