PENGERTIAN SASTRA

Desember 6, 2009 at 10:47 am Tinggalkan komentar

Sastra dalam bahasa Sanskerta berasal dari kata sas yang berarti mengarahkan, memberi petunjuk atau instruksi; sedangkan tra berarti alat atau sarana. Maka dari itu sastra dapat berarti ‘alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran (Teeuw, 1986:23). Dijelaskan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, sastra dapat diartikan  sebagai 1) bahasa berseni yang menggunakan kata-kata yang muluk-muluk, susunan kata yang menarik yang menggugah rasa keindahan dan rasa haru, 2) karya seni yang dilukiskan dengan bahasa seperti puisi, prosa (roman, novel, cerita pendek, drama), 3) kitab suci (Hindu), 4) primbon yang berarti ramalan, 5) pada mulanya juga berarti tulisan, huruf (Badudu dan Zain, 1994:1227).

Sedangkan sastra dalam bahasa melayu banyak diartikan sebagai tulisan. Pengertian ini kemudian ditambah dengan kata su yang berarti indah atau baik. Jadi susastra bermakna tulisan yang indah. Selain itu Semi dalam Jamaludin (2003:31) mengutarakan bahwa sastra adalah bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya.

Selanjutnya Jamaludin menyatakan sastra pada prinsipnya adalah karya imajinatif sebagai refleksi dan realitas kehidupan manusia dalam lingkungan tertentu dan merupakan bentuk pengungkapan bahasa yang bersifat artistk. Sastra memiliki karakter dan konvensi sendiri yang membedakannya dengan bentuk-bentuk pengungkapan nonsastra. Genre sastra yang sudah dikenal secara umum meliputi beragam bentuk antara lain puisi, prosa, dan karya-karya drama (Jamaludin 2003:32). Pernyataan itu dapat diartikan, sastra sebenarnya tidak selalu bersifat rekaan atau khayalan. Bisa saja pengarang membuat karya sastra melalui pengalamanan pribadinya yang nyata. Pengalaman bisa didapat dari lingkungan tertentu yang memiliki kejadian luar biasa. Dari pengalaman itulah pengarang memperoleh ide apa yang akan dituangkan ke dalam karya sastra yang hendak dibuat. Bentuk karya sastra yang bisa dibuat misanyal novel, puisi, drama, cerpen  dan sebagainya.

Selain itu sastra tidak hanya dilihat dari segi pengertiannya saja, lebih mendalam sastra juga merupakan ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pikiran, perasaan, ide semangat, dan keyakinan dalam suatu bentuk gambaran konkret yang membangkitkan pesona dengan bahasa (Sumarjo, 1986:3). Jadi, Seorang pengarang mencurahkan pikiran dan perasaannya ke dalam karya sastra dengan menggunakan bahasa yang indah dan menarik.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sastra adalah karya seni yang dilukiskan dengan bahasa yang indah sebagai mediumnya, dalam bentuk lisan maupun tulisan yang berupa pengalaman, pikiran, perasaan, dan ide si pengarang.

About these ads

Entry filed under: SASTRA. Tags: , , .

PENGERTIAN WACANA PENGERTIAN APRESIASI SASTRA

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Desember 2009
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: