Archive for Desember 6, 2009
UNSUR-UNSUR NOVEL
Unsur-unsur yang terdapat dalam novel ada dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik yaitu unsur-unsur dalam yang membangun utuhnya sebuah novel. Unsur intrinsik contohnya tema, alur, latar, tokoh, penokohan, sudut pandang, gaya cerita, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang ikut membangun utuhnya sebuah novel (lagi…)
JENIS-JENIS NOVEL
Menurut Muchtar Lubis dalam Tarigan (1984:165) cerita novel itu ada bermacam-macam, antara lain:
CIRI-CIRI NOVEL
Brook dalam Tarigan (1984:185) memberikan ciri-ciri novel sebagai berikut:
- Novel bergantung pada tokoh
- Novel menyajikan lebih dari satu impresi.
- Novel menyajikan lebih dari satu efek.
- Novel menyajikan lebih dari satu emosi.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa novel memiliki ciri-ciri, yaitu sebuah novel bergantung pada tokoh yang diperankannya dan bagaimana (lagi…)
PENGERTIAN NOVEL
Novel berasal dari bahasa Italia Novella yang berarti sebuah barang baru yang kecil. Kemudian kata itu diartikan sebagai sebuah karya sastra dalam bentuk prosa. Novel bukan hanya karya sastra, tetapi novel juga merupakan karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematik kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh (Kosasih, 2003:250). Dari pernyataan itu bisa terlihat bahwa novel menceritakan secara utuh kehidupan seorang tokoh, yaitu suatu kehidupan luar biasa dalam seluruh hidupnya yang menimbulkan konflik kemudian menjurus pada perubahan nasib sang tokoh.
PENGERTIAN APRESIASI SASTRA
Dalam Kamus Umum Bahas Indonesia kata apresiasi berarti 1.’pujian’, 2. ‘pengertian, pemahaman’, 3.’penilaian, penafsiran’. Dalam istilah, apresiasi berasal dari bahasa latin appreciation yang berarti ‘mengindahkan’ atau ‘menghargai’. Pengertian apresiasi yang dinyatakan oleh Gove (dalam Aminuddin, 2002:25) bahwa, kata aparesiasi dalam arti luas mengandung arti pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin dan pemahaman, pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan oleh pengarang.
PENGERTIAN SASTRA
Sastra dalam bahasa Sanskerta berasal dari kata sas yang berarti mengarahkan, memberi petunjuk atau instruksi; sedangkan tra berarti alat atau sarana. Maka dari itu sastra dapat berarti ‘alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran (Teeuw, 1986:23). Dijelaskan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, sastra dapat diartikan sebagai 1) bahasa berseni yang menggunakan kata-kata yang muluk-muluk, susunan kata yang menarik yang menggugah rasa keindahan dan rasa haru, 2) karya seni yang dilukiskan dengan bahasa seperti puisi, prosa (roman, novel, cerita pendek, drama), 3) kitab suci (Hindu), 4) primbon yang berarti ramalan, 5) pada mulanya juga berarti tulisan, huruf (Badudu dan Zain, 1994:1227).
PENGERTIAN WACANA
Banyak dan berbagai macam definisi tentang wacana telah dibuat orang. Namun, dari sekian banyak definisi dan yang berbeda-beda itu, pada dasarnya menekankan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.
PENGERTIAN SINTAKSIS
Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatik. Kedua bidang tataran itu memang berbeda; namun, seringkali batas antara keduanya menjadi kabur (lagi…)
PENGERTIAN MORFOLOGI
Di samping kata sepeda terdapat kata bersepeda, sepeda-sepeda, sepeda motor; di samping kata rumah, terdapat kata berumah, perumahan, rumah-rumah, rumah-rumahan, rumah sakit; di samping kata jalan, terdapat kata berjalan, berjalan-jalan. Jalan-jalan, perjalanan, menjalani, menjalankan, jalan raya, dan sebagainya.